Teknologi & Bisnis 12 September 2026 412 pembaca

BRICS 2026 India Ajak Indonesia Kembangkan AI untuk UMKM dan Pembayaran Antarnegara

Menjelang KTT ke-18 BRICS di New Delhi, India mendorong kemitraan AI dengan Indonesia untuk kesehatan, pertanian, dan UMKM, termasuk pembayaran lintas negara.

T
Tim Editorial CMNexusPT. Cipta Mitrausaha Nusantara
BRICS 2026 India Ajak Indonesia Kembangkan AI untuk UMKM dan Pembayaran Antarnegara

Jakarta, CMNexus. Menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 BRICS di New Delhi, 12-13 September 2026, India mendorong Indonesia memperkuat kemitraan kecerdasan artifisial (AI) dalam kerangka BRICS agar teknologi itu dapat diterapkan lebih luas untuk kesehatan, pertanian, UMKM, dan masyarakat umum.

Dorongan tersebut disampaikan Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, dalam wawancara tertulis dengan ANTARA pada Jumat (11/9/2026). "Kita patut bekerja sama untuk implementasi AI di bidang kesehatan dan pertanian. Kita pun sudah menjajaki penerapan solusi AI untuk UMKM dan dunia usaha," kata Chakravorty.

AI masuk pilar inovasi, bukan sekadar diskusi teknologi

Menurut Chakravorty, AI merupakan salah satu komponen penting dalam pilar inovasi, satu dari empat pilar prioritas Keketuaan India di BRICS tahun ini. Tiga pilar lainnya adalah ketangguhan, kerja sama, dan keberlanjutan.

Pilar inovasi mencakup pengembangan perusahaan rintisan (startup), UMKM, kewirausahaan, ilmu pengetahuan dan teknologi, penelitian dan pengembangan, infrastruktur publik digital, serta AI. Pilar ketangguhan menyentuh sektor kesehatan, pertanian, ketahanan pangan, energi, pengurangan risiko bencana, dan penguatan rantai pasok.

Chakravorty menekankan skala forum ini. "BRICS mewakili hampir separuh populasi dunia dan lebih dari sepertiga perekonomian dunia, sehingga apa yang diputuskan dan dilakukan BRICS memiliki dampak yang sangat besar terhadap ekonomi dan lingkungan global," ujarnya.

Salah satu bidang yang ia nilai dapat dioptimalkan bersama Indonesia adalah teknologi bahasa, yaitu teknologi yang membuat AI lebih mudah diakses masyarakat yang berbicara dalam bahasa berbeda. Indonesia dan India sama-sama memiliki keragaman bahasa yang besar. Untuk mendukungnya, universitas dan peneliti kedua negara didorong memperkuat kemitraan melalui penelitian bersama di bidang AI. Kedua negara juga telah membentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Teknologi Digital (Joint Working Group on Digital Technology) yang berwenang meninjau sektor kerja sama ini.

Keketuaan India akan berpuncak pada KTT BRICS ke-18 yang dijadwalkan mengadopsi New Delhi BRICS Leaders' Declaration. Lebih dari 400 pertemuan telah dan akan berlangsung selama masa keketuaan India melalui 35 jalur pertemuan tingkat menteri dan kepala badan, di hampir 30 kota di India.

Jejak kerja sama sudah berjalan sebelum KTT

Kemitraan digital Indonesia-India bukan barang baru. Pada Juli 2026, Indonesia meluncurkan Indonesia Open Network (ION), infrastruktur publik digital untuk perdagangan yang dibangun dengan arsitektur jaringan terbuka (interoperable) dan terinspirasi model Open Network for Digital Commerce (ONDC) India.

ION bukan platform niaga elektronik baru, melainkan lapisan penghubung antarsistem: aplikasi pembeli, aplikasi penjual, penyedia logistik, sistem pembayaran, bank, lembaga keuangan, hingga layanan digital. Melalui kerja sama dengan Kementerian UMKM, ION memperkuat program SAPA UMKM lewat lapisan transaksi PASAR SAPA.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyebut tujuannya agar setiap pelaku UMKM mendapat kesempatan setara dalam ekonomi digital. "Melalui SAPA UMKM dan Indonesia Open Network, kami membangun ekosistem terbuka yang menghubungkan pelaku usaha dengan pasar, logistik, keuangan, layanan publik terintegrasi, dan layanan berbasis AI," katanya.

Inisiatif itu didukung Google.org, Networks for Humanity sebagai mitra pengetahuan, serta koalisi mitra ekosistem dari Indonesia dan India, antara lain Indosat Ooredoo Hutchison, Protean e-Gov Technologies, Haqdarshak, dan Pidge.

Di jalur perdagangan, pertemuan Menteri Perdagangan BRICS ke-16 di Jaipur, India, pada Agustus 2026 menghasilkan Jaipur Consensus and Guiding Principles for MSME credit, kesepakatan untuk menutup celah pembiayaan perdagangan (trade finance gap) dan memperluas akses usaha kecil ke pasar global. Menteri Perdagangan RI Budi Santoso termasuk delegasi yang hadir dalam pertemuan tersebut. Sebelumnya, pada 19 Juni 2026, BRICS MSME Forum pertama dan pertemuan SME Working Group ketiga digelar di Agra, dengan Indonesia turut ambil bagian.

Mengapa ini penting bagi UMKM Indonesia

Konteks domestiknya besar. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat jumlah UMKM Indonesia lebih dari 64 juta unit usaha, dengan kontribusi lebih dari 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional, menyerap hampir 97 persen tenaga kerja, dan menyumbang sekitar 15,7 persen dari total ekspor nasional.

Dalam BRICS Business Forum, Jumat (11/9/2026), Ketua Konsil Bisnis BRICS Indonesia yang juga Ketua Umum Kadin, Anindya Bakrie, menyoroti tiga prioritas: memastikan kegiatan bisnis antarnegara lebih mudah, menghubungkan dan memperkuat sistem pembayaran antarnegara BRICS, serta berinvestasi pada manusia dan infrastruktur.

"UMKM di Surabaya, Sao Paulo, Durban, Alexandria, harus bisa mendapatkan pelanggan, menyampaikan layanannya, serta mendapatkan bayaran antarnegara BRICS. Ini adalah ujian yang berarti untuk integrasi BRICS," ujarnya.

Presiden Prabowo Subianto tiba di New Delhi pada Jumat (11/9/2026) untuk menghadiri KTT tersebut, kehadiran keduanya di forum KTT BRICS. Indonesia resmi menjadi anggota BRICS pada 6 Januari 2025.

Standar AI dan tarik-menarik kepentingan

Indonesia sudah menyuarakan posisinya lebih dulu. Pada Pertemuan Sherpa G20 ke-2 Presidensi Amerika Serikat di Washington DC, Juli 2026, Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Edi Prio Pambudi, meminta standar global AI bersifat fleksibel dan tidak menjadi hambatan kepatuhan baru yang mendiskriminasi UMKM.

"Negara berkembang harus menjadi co-author dalam perumusan standar, bukan sekadar pelaksana kepatuhan," ujar Edi. Indonesia juga mendorong implementasi G20 Roadmap for Cross-border Payments melalui interkoneksi sistem pembayaran berbasis kode QR lintas negara, langkah yang dinilai memangkas biaya transaksi sekaligus meringankan beban UMKM.

Dari sisi kesiapan dalam negeri, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria (10/9/2026) menyebut Indonesia memiliki fondasi untuk mengembangkan AI: penetrasi internet 80,6 persen atau sekitar 234 juta orang, serta cakupan 4G LTE yang mencapai 97 persen wilayah. Peta Jalan AI Nasional dan panduan etis AI, menurutnya, masih dalam proses penyusunan.

Yang perlu dicermati

Deklarasi dan forum multilateral tidak otomatis menjadi kebijakan yang dirasakan pelaku usaha kecil di daerah. Manfaat kerja sama AI dan pembayaran lintas negara bagi UMKM bergantung pada setidaknya tiga hal yang masih harus dibuktikan dalam praktik: kesiapan infrastruktur pembayaran dan pembiayaan perdagangan, kemampuan pelaku usaha memenuhi standar serta sertifikasi produk, dan struktur biaya platform tempat UMKM berjualan.

Pendekatan jaringan terbuka seperti ION menawarkan satu jalan keluar dari ketergantungan pada satu platform, tetapi adopsinya tetap bergantung pada seberapa cepat aplikasi, penyedia logistik, dan lembaga keuangan bergabung ke dalam jaringan tersebut.

Ikuti perkembangan kebijakan digital, AI, dan UMKM lainnya di kanal berita CMNexus: https://cmnexus.com/news

Sumber

  1. ANTARA, "India ajak Indonesia perluas kerja sama AI di BRICS", 11 September 2026 - https://www.antaranews.com/berita/5736932/india-ajak-indonesia-perluas-kerja-sama-ai-di-brics
  2. ANTARA, "India dorong penguatan kerja sama AI di negara anggota BRICS", 11 September 2026 - https://www.antaranews.com/berita/5736643/india-dorong-penguatan-kerja-sama-ai-di-negara-anggota-brics
  3. ANTARA, "Dubes: Agenda BRICS selaras dengan fokus bilateral Indonesia-India", 11 September 2026 - https://www.antaranews.com/berita/5736876/dubes-agenda-brics-selaras-dengan-fokus-bilateral-indonesia-india
  4. Bisnis.com, "Prabowo Tiba di India untuk KTT ke-18 BRICS, Ada Putin hingga Anwar Ibrahim", 12 September 2026 - https://ekonomi.bisnis.com/read/20260912/9/2003545/prabowo-tiba-di-india-untuk-ktt-ke-18-brics-ada-putin-hingga-anwar-ibrahim
  5. Kementerian UMKM, "Indonesia Open Network (ION) is Accelerating Indonesia's Next Generation Digital Public Infrastructure, with Support from Google.org", 9 Juli 2026 - https://umkm.go.id/news/yg73l2cdds18p0t4qaxyx31c
  6. Indonesia Economic Forum, "Indonesia Launches The Indonesia Open Network (ION) to Build a National Open Digital Commerce Ecosystem", 13 Juli 2026 - https://indonesiaeconomicforum.com/indonesia-launches-the-indonesia-open-network-ion-to-build-a-national-open-digital-commerce-ecosystem
  7. Press Information Bureau India, "India successfully concludes the 16th BRICS Trade Ministers' Meeting in Jaipur under its BRICS Chairship 2026", 7 Agustus 2026 - https://www.pib.gov.in/PressReleasePage.aspx?PRID=2296367&lang=1&reg=48
  8. Press Information Bureau India, "Ministry of MSME Successfully Hosted First BRICS MSME Forum and Third SME Working Group Meeting", 19 Juni 2026 - https://www.pib.gov.in/PressReleasePage.aspx?PRID=2276258&lang=1&reg=3
  9. ANTARA, "Indonesia minta standar AI global tak hambat UMKM", 8 Juli 2026 - https://www.antaranews.com/berita/5640109/indonesia-minta-standar-ai-global-tak-hambat-umkm
  10. ANTARA (English), "Indonesia has foundation to develop advanced AI: Deputy Minister", 10 September 2026 - https://en.antaranews.com/news/430919/indonesia-has-foundation-to-develop-advanced-ai-deputy-minister
  11. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, "Pemerintah Dorong UMKM Naik Kelas, Tingkatkan Kontribusi terhadap Ekspor Indonesia" - https://ekon.go.id/publikasi/detail/6152/pemerintah-dorong-umkm-naik-kelas-tingkatkan-kontribusi-terhadap-ekspor-indonesia
1 suka
BagikanfXin
SOLUSI DIGITAL TERPADU

Siap Menerapkan Solusi Teknologi untuk Bisnis Anda?

Konsultasikan sistem POS, AI Automation, atau ERP kustom dengan tim spesialis PT. Cipta Mitrausaha Nusantara.