Makassar, CMNexus. Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengapresiasi kinerja penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Sulawesi Selatan yang menembus Rp12,5 triliun. Dana itu tersebar kepada sekitar 189.000 debitur, dengan porsi ke sektor produksi mencapai 73 persen atau di atas ambang minimal yang diprioritaskan pemerintah.
Apresiasi tersebut disampaikan Maman usai membuka Bursa Wirausaha Unggulan (BWU) Sulawesi Selatan 2026 di Baruga Andi Pangerang Pettarani, Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Selasa (15/9/2026), sebagaimana dilaporkan ANTARA, Media Indonesia, dan MetroTV.
"Dan Sulawesi Selatan, kita berikan dulu tepuk tangan bahwa penyaluran KUR ke sektor produksinya kurang lebih 73 persen. Jadi saya pikir ini di atas rata-rata nasional dan ini menurut saya luar biasa," ujar Maman, dikutip ANTARA.
Rp12,5 triliun untuk 189.000 debitur
Menurut Menteri Maman, capaian itu sejalan dengan kebijakan pemerintah yang memprioritaskan penyaluran KUR ke sektor produksi minimal 65 persen. Ia menilai aturan KUR sengaja dibuat lebih longgar dibanding kredit konvensional agar pelaku usaha mikro tetap bisa mengakses pembiayaan.
"Karena kalau disamakan dengan program pinjaman konvensional lainnya, tentunya akan sulit sekali buat saudara-saudara kita pengusaha-pengusaha mikro bisa mengakses KUR ini," katanya seperti dikutip ANTARA.
Secara nasional, Maman menyampaikan realisasi KUR 2026 telah mencapai Rp221 triliun kepada 3,44 juta pelaku UMKM. Dari jumlah itu, penyaluran ke sektor produksi menembus 65,5 persen atau sekitar Rp145 triliun. Angka nasional tersebut dilaporkan Media Indonesia, Monitor, dan Telusur.
Akad massal 400 UMKM lewat lima penyalur
Salah satu agenda utama BWU Sulawesi Selatan 2026 adalah akad massal KUR bagi 400 UMKM. Pembiayaan disalurkan melalui lima penyalur, yakni BPD Sulselbar, Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Syariah Indonesia (BSI), dan Pegadaian Syariah.
Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM Riza Damanik melaporkan, BWU Sulsel 2026 melibatkan sekitar 1.000 usaha mikro, kecil, menengah, calon pengusaha, dan pengusaha pemula. Kegiatan itu berkolaborasi dengan 7 kementerian/lembaga, 14 lembaga mitra, 5 perguruan tinggi, serta 30 lembaga inkubator yang melibatkan 200 tenant.
"BWU bukan sekedar acara seremonial. Ini rangkaian upaya inkubasi dan pendampingan yang dilakukan secara sistematik," kata Riza.
Dari lebih dari 600 peserta yang masuk kurasi, 414 dinyatakan lolos dan siap mengakses pembiayaan. Sebanyak 62 persen di antaranya berada di sektor produksi dan sisanya nonproduksi, dengan dominasi industri pengolahan, pertanian, peternakan, serta perikanan. Beberapa tenant menampilkan inovasi seperti Smart Aquaculture System, Sipun E-Commerce, platform EduTech, hingga hilirisasi rumput laut, kemiri, sagu, dan pinang.
Aturan agunan kembali ditegaskan
Dalam forum yang sama, Menteri Maman menegaskan kembali aturan agunan KUR. Pinjaman senilai Rp1 juta hingga Rp100 juta tidak boleh dimintakan agunan karena bersifat afirmatif, sedangkan pinjaman di atas Rp100 juta sampai Rp500 juta memerlukan agunan.
"Tetapi untuk KUR senilai Rp100 juta sampai Rp500 juta itu perlu ada agunan. Jadi saya pertegas sekali lagi," jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa kelonggaran aturan itu tidak boleh mengesampingkan pemberdayaan, monitoring, maupun pembinaan kepada debitur.
Target rasio kewirausahaan dan kanal SAPA UMKM
Pengembangan kewirausahaan nasional memiliki sasaran rasio 3,6 persen pada 2029 dan 8 persen pada 2045, dengan payung Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2026 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional. Pemerintah menyiapkan SAPA UMKM sebagai platform yang menghubungkan pelaku usaha dengan layanan legalitas, peningkatan kapasitas, pembiayaan, standardisasi, sertifikasi, teknologi, kemitraan, hingga pemasaran.
"Legalitas membangun kepercayaan, pembukuan membuka akses pembiayaan, sertifikasi memperluas pasar, teknologi meningkatkan produktivitas, sementara kemitraan membantu UMKM memperbesar skala bisnis," kata Maman.
Dari sisi daerah, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Darmawan Bintang, menyebut data Dinas Koperasi dan UKM Sulsel 2025 mencatat sekitar 1.087.000 UMKM, dengan usaha mikro mencapai 99,3 persen. Pemprov Sulsel mendorong fasilitasi NIB, PIRT, merek, sertifikasi halal, bantuan peralatan dan kemasan, pelatihan digitalisasi, hingga pendampingan melalui PLUT.
Sementara itu, Wakil Rektor V Unhas, Prof. Amir Ilyas, menyatakan kampus didorong tidak berhenti pada publikasi dan prototipe riset, melainkan memastikan inovasi bisa dikomersialkan. Unhas juga menyiapkan Maritime Science Techno Park dan mengembangkan lembaga sertifikasi halalnya sebagai unit kegiatan bisnis.
Catatan redaksi
Soal ambang minimal porsi sektor produksi, ANTARA dan Media Indonesia mengutip kebijakan pemerintah sebesar minimal 65 persen, sementara pemberitaan SulawesiPos mengutip pernyataan Menteri UMKM dengan angka minimal 60 persen. Artikel ini memakai angka 65 persen karena merujuk pada kekutipan langsung Menteri UMKM di ANTARA dan angka porsi nasional 65,5 persen yang dilaporkan Media Indonesia.
Liputan UMKM dan pembiayaan lain bisa dibaca di kanal berita kami: https://cmnexus.com/news
Sumber
- ANTARA News — "Menteri UMKM apresiasi penyaluran KUR Sulsel hingga Rp12,5 triliun" (15/9/2026): https://www.antaranews.com/berita/5741763/menteri-umkm-apresiasi-penyaluran-kur-sulsel-hingga-rp125-triliun
- ANTARA News Makassar — "Penyaluran KUR Sulsel hingga Rp12,5 triliun, ini tanggapan Menteri UMKM" (15/9/2026): https://makassar.antaranews.com/berita/638191/penyaluran-kur-sulsel-hingga-rp125-triliun-ini-tanggapan-menteri-umkm
- ANTARA News — "Kementerian UMKM perkuat ekosistem kewirausahaan di Sulsel" (15/9/2026): https://www.antaranews.com/berita/5741808/kementerian-umkm-perkuat-ekosistem-kewirausahaan-di-sulsel
- Media Indonesia — "Kementerian UMKM Jadikan Unhas Simpul Ekosistem Kewirausahaan, Kejar Rasio 3,6 Persen" (15/9/2026): https://mediaindonesia.com/nusantara/933733/kementerian-umkm-jadikan-unhas-simpul-ekosistem-kewirausahaan-kejar-rasio-36-persen
- MetroTV News — "Penyaluran KUR di Sulsel Capai Rp12,5 Triliun" (15/9/2026): https://www.metrotvnews.com/read/b3JC5adA-penyaluran-kur-di-sulsel-capai-rp12-5-triliun
- BeritaSatu — "Menteri UMKM Targetkan Rasio Wirausaha Nasional Capai 3,6 Persen pada 2029" (15/9/2026): https://www.beritasatu.com/ekonomi/3027016/menteri-umkm-targetkan-rasio-wirausaha-nasional-capai-36-persen-pada-2029
- SulawesiPos — "Menteri UMKM Tegaskan KUR hingga Rp100 Juta Tanpa Agunan, Puji Capaian Penyaluran di Sulsel" (15/9/2026): https://www.sulawesipos.com/ekonomi/2026/09/15/menteri-umkm-tegaskan-kur-hingga-rp100-juta-tanpa-agunan-puji-capaian-penyaluran-di-sulsel/
- Monitor — "Kementerian UMKM Perkuat Ekosistem Wirausaha Sulsel melalui Bursa Wirausaha Unggulan" (15/9/2026): https://monitor.co.id/2026/09/15/kementerian-umkm-perkuat-ekosistem-wirausaha-sulsel-melalui-bursa-wirausaha-unggulan/
- Tribun Timur / Tribunnews Makassar — "Bursa Wirausaha Unggulan 2026 Dorong Ekosistem UMKM Sulawesi Selatan" (15/9/2026): https://makassar.tribunnews.com/kampus/1850789/bursa-wirausaha-unggulan-2026-dorong-ekosistem-umkm-sulawesi-selatan
- Sindo Makassar — "Unhas Jadi Tuan Rumah Bursa Wirausaha Unggulan Sulsel" (15/9/2026): https://sindomakassar.com/read/sulsel/28181/unhas-jadi-tuan-rumah-bursa-wirausaha-unggulan-sulsel-1789470578
Makassar, CMNexus. Minister of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) Maman Abdurrahman has commended the disbursement performance of the People's Business Credit (KUR) program in South Sulawesi, which has surpassed Rp12.5 trillion. The financing was disbursed to approximately 189,000 debtors, with 73 percent allocated to the production sector—well above the minimum threshold prioritized by the government.
Maman conveyed this appreciation after opening the 2026 South Sulawesi Leading Entrepreneurship Exchange (Bursa Wirausaha Unggulan or BWU) at Baruga Andi Pangerang Pettarani, Hasanuddin University (Unhas), Makassar, on Tuesday (15/9/2026), as reported by ANTARA, Media Indonesia, and MetroTV.
"And for South Sulawesi, let us give a round of applause as KUR disbursement to its production sector reached around 73 percent. So I believe this is above the national average and, in my view, extraordinary," Maman said, as quoted by ANTARA.
Rp12.5 trillion for 189,000 debtors
According to Minister Maman, this achievement aligns with government policy prioritizing a minimum of 65 percent of KUR disbursement to the production sector. He noted that KUR regulations are intentionally made more flexible than conventional credit to ensure micro-entrepreneurs can access financing.
"Because if it were equated with other conventional loan programs, it would certainly be very difficult for our brothers and sisters who are micro-entrepreneurs to access this KUR," he said, as quoted by ANTARA.
Nationally, Maman stated that 2026 KUR realization had reached Rp221 trillion distributed to 3.44 million MSME actors. Of that total, disbursement to the production sector reached 65.5 percent, or roughly Rp145 trillion. These national figures were reported by Media Indonesia, Monitor, and Telusur.
Mass signing of 400 MSMEs through five distributors
One of the main agendas of the 2026 South Sulawesi BWU was the mass signing of KUR contracts for 400 MSMEs. The financing was distributed through five channeling institutions: BPD Sulselbar, Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Syariah Indonesia (BSI), and Pegadaian Syariah.
Deputy for Entrepreneurship at the Ministry of MSMEs, Riza Damanik, reported that the 2026 South Sulawesi BWU engaged approximately 1,000 micro, small, and medium enterprises, prospective entrepreneurs, and startup founders. The event involved collaboration with 7 ministries/agencies, 14 partner institutions, 5 higher education institutions, and 30 incubator organizations involving 200 tenants.
"BWU is not merely a ceremonial event. It is a series of systematic incubation and mentoring initiatives," Riza said.
Out of more than 600 curated participants, 414 qualified and are prepared to access financing. As many as 62 percent operate in the production sector, with the remainder in non-production, dominated by the processing, agriculture, livestock, and fisheries industries. Several tenants showcased innovations such as the Smart Aquaculture System, Sipun E-Commerce, EduTech platforms, as well as downstream processing for seaweed, candlenut, sago, and areca nut.
Collateral rules reaffirmed
In the same forum, Minister Maman reaffirmed the collateral regulations under the KUR program. Loans ranging from Rp1 million to Rp100 million may not require collateral as they are affirmative in nature, whereas loans exceeding Rp100 million up to Rp500 million require collateral.
"However, for KUR valued between Rp100 million and Rp500 million, collateral is required. So let me make this clear once again," he explained.
He also emphasized that the regulatory leniency must not compromise empowerment, monitoring, and guidance provided to debtors.
Entrepreneurship ratio target and SAPA UMKM platform
National entrepreneurship development targets a ratio of 3.6 percent by 2029 and 8 percent by 2045, under the umbrella of Presidential Regulation Number 38 of 2026 on the National Entrepreneurship Development. The government has prepared SAPA UMKM as a platform connecting business operators with services spanning legality, capacity building, financing, standardization, certification, technology, partnerships, and marketing.
"Legality builds trust, bookkeeping opens access to financing, certification expands markets, technology boosts productivity, and partnerships help MSMEs scale their businesses," Maman said.
From the regional perspective, Assistant II for Economic and Development Affairs of the Regional Secretariat of South Sulawesi Province, Andi Darmawan Bintang, noted that 2025 data from the South Sulawesi Department of Cooperatives and SMEs recorded approximately 1,087,000 MSMEs, with micro-enterprises accounting for 99.3 percent. The South Sulawesi Provincial Government continues to facilitate NIB (Business Identification Numbers), PIRT (Home Industry Food Permits), trademarks, halal certification, equipment and packaging assistance, digital training, and mentoring through Integrated Business Service Centers (PLUT).
Meanwhile, Vice Rector V of Unhas, Prof. Amir Ilyas, stated that universities are encouraged not to stop at research publications and prototypes, but rather to ensure innovations can be commercialized. Unhas is also developing a Maritime Science Techno Park and expanding its halal certification agency as a business unit.
Editorial note
Regarding the minimum threshold for the production sector's share, ANTARA and Media Indonesia cited the government policy as being at least 65 percent, while reporting by SulawesiPos quoted the MSME Minister citing a minimum of 60 percent. This article uses the 65 percent figure, referencing the direct quotation of the MSME Minister in ANTARA and the national proportion figure of 65.5 percent reported by Media Indonesia.
Further coverage on MSMEs and financing can be accessed on our news channel: https://cmnexus.com/news
Sources
- ANTARA News — "Menteri UMKM apresiasi penyaluran KUR Sulsel hingga Rp12,5 triliun" (15/9/2026): https://www.antaranews.com/berita/5741763/menteri-umkm-apresiasi-penyaluran-kur-sulsel-hingga-rp125-triliun
- ANTARA News Makassar — "Penyaluran KUR Sulsel hingga Rp12,5 triliun, ini tanggapan Menteri UMKM" (15/9/2026): https://makassar.antaranews.com/berita/638191/penyaluran-kur-sulsel-hingga-rp125-triliun-ini-tanggapan-menteri-umkm
- ANTARA News — "Kementerian UMKM perkuat ekosistem kewirausahaan di Sulsel" (15/9/2026): https://www.antaranews.com/berita/5741808/kementerian-umkm-perkuat-ekosistem-kewirausahaan-di-sulsel
- Media Indonesia — "Kementerian UMKM Jadikan Unhas Simpul Ekosistem Kewirausahaan, Kejar Rasio 3,6 Persen" (15/9/2026): https://mediaindonesia.com/nusantara/933733/kementerian-umkm-jadikan-unhas-simpul-ekosistem-kewirausahaan-kejar-rasio-36-persen
- MetroTV News — "Penyaluran KUR di Sulsel Capai Rp12,5 Triliun" (15/9/2026): https://www.metrotvnews.com/read/b3JC5adA-penyaluran-kur-di-sulsel-capai-rp12-5-triliun
- BeritaSatu — "Menteri UMKM Targetkan Rasio Wirausaha Nasional Capai 3,6 Persen pada 2029" (15/9/2026): https://www.beritasatu.com/ekonomi/3027016/menteri-umkm-targetkan-rasio-wirausaha-nasional-capai-36-persen-pada-2029
- SulawesiPos — "Menteri UMKM Tegaskan KUR hingga Rp100 Juta Tanpa Agunan, Puji Capaian Penyaluran di Sulsel" (15/9/2026): https://www.sulawesipos.com/ekonomi/2026/09/15/menteri-umkm-tegaskan-kur-hingga-rp100-juta-tanpa-agunan-puji-capaian-penyaluran-di-sulsel/
- Monitor — "Kementerian UMKM Perkuat Ekosistem Wirausaha Sulsel melalui Bursa Wirausaha Unggulan" (15/9/2026): https://monitor.co.id/2026/09/15/kementerian-umkm-perkuat-ekosistem-wirausaha-sulsel-melalui-bursa-wirausaha-unggulan/
- Tribun Timur / Tribunnews Makassar — "Bursa Wirausaha Unggulan 2026 Dorong Ekosistem UMKM Sulawesi Selatan" (15/9/2026): https://makassar.tribunnews.com/kampus/1850789/bursa-wirausaha-unggulan-2026-dorong-ekosistem-umkm-sulawesi-selatan
- Sindo Makassar — "Unhas Jadi Tuan Rumah Bursa Wirausaha Unggulan Sulsel" (15/9/2026): https://sindomakassar.com/read/sulsel/28181/unhas-jadi-tuan-rumah-bursa-wirausaha-unggulan-sulsel-1789470578