Sebuah riset terhadap 1.000 pemilik usaha kecil dan menengah di Inggris menemukan ketimpangan waktu yang cukup mencolok: pekerjaan administrasi dan keuangan menelan sekitar 11 jam per minggu, sementara aktivitas menjual dan mencari pelanggan baru hanya menghabiskan 3,6 hari per bulan.
Temuan itu berasal dari 2026 SME Business Barometer, riset tahunan yang disusun American Express bersama Small Business Saturday UK dan disurvei pada pemilik usaha mikro, kecil, serta menengah di Inggris. Angka tersebut berarti pemilik usaha menghabiskan waktu hampir dua kali lebih banyak untuk mengurus administrasi dibanding mengembangkan usaha.
Ke mana waktu itu pergi
Dalam pekerjaan sehari-hari, 11 jam itu tidak muncul sebagai satu blok besar. Ia terpecah menjadi hal-hal kecil yang dikerjakan berulang: mencatat dan memeriksa transaksi, mengejar bukti pembayaran, mencocokkan stok, menjawab pertanyaan pelanggan yang sama berulang kali, dan mencari tahu status sebuah pesanan.
Bagi banyak pemilik usaha, jam-jam itu diambil dari waktu yang seharusnya dipakai untuk beristirahat. Karena itu riset ini mengangkat sisi yang jarang dibahas: masalah utama pemilik usaha biasanya bukan kekurangan ide atau peluang, melainkan kekurangan waktu.
Arti angka ini bagi usaha kecil di mana pun
Meski riset ini dilakukan di Inggris, polanya mudah dikenali oleh pelaku usaha kecil di banyak negara, termasuk Indonesia. Ada beberapa hal yang bisa dipelajari tanpa harus menunggu riset serupa diterbitkan di dalam negeri.
Pertama, rapikan dulu alurnya sebelum membeli alat baru. Menambah aplikasi di atas proses yang belum jelas biasanya hanya memindahkan pekerjaan, bukan mengurangi. Langkah pertama yang paling sering berhasil adalah menyatukan tempat data: satu tempat untuk pesanan, satu tempat untuk stok, satu tempat untuk catatan pelanggan.
Kedua, kurangi jumlah pemeriksaan ulang. Banyak jam hilang bukan karena pekerjaannya berat, tetapi karena data yang sama harus dicek di beberapa tempat. Setiap pemeriksaan ulang adalah tanda bahwa informasi belum terkumpul di satu titik.
Ketiga, biarkan tindak lanjut berjalan sendiri. Pengingat pembayaran, konfirmasi pesanan, dan pesan setelah transaksi adalah pekerjaan yang aturannya sudah jelas. Pekerjaan seperti ini paling cocok diserahkan ke sistem, sementara pemilik usaha memegang hal yang butuh pertimbangan.
Keempat, lebih sedikit alat, bukan lebih banyak. Semakin banyak langganan dan dasbor, semakin banyak juga hal yang harus dibuka setiap hari. Usaha kecil umumnya lebih terbantu oleh satu sistem yang dipakai penuh daripada lima sistem yang masing-masing hanya terpakai sebagian.
Yang perlu dicatat
Angka 11 jam dan 3,6 hari di atas berlaku untuk responden di Inggris pada periode riset tersebut, sehingga tidak bisa langsung digeneralisasi ke Indonesia. Yang bisa diambil adalah arahnya: beban administrasi menekan waktu bertumbuh, dan beban itu bisa dikurangi dengan memperbaiki alur kerja, bukan hanya dengan menambah teknologi.
Untuk pemilik usaha yang ingin memeriksa kondisi sendiri, cara paling sederhana adalah mencatat selama satu minggu penuh, lalu menandai mana pekerjaan yang berulang dan aturannya sudah pasti. Daftar itu biasanya menjadi titik awal yang jelas untuk perbaikan berikutnya.
Sumber
- Startups Magazine — "Small businesses spend more time on admin than growing their business" (riset American Express & Small Business Saturday UK)
- Financial IT — "Amex SME Barometer: Small Business Owners Spend Nearly Twice as Much Time on Admin as They Do Growing Their Business"
- Retail Times — "Amex SME Barometer: small business owners spend nearly twice the time on admin"
- Convenience Store — "Amex's Barometer shows SMEs spend nearly twice the time on admin"
