AI 14 September 2026 274 pembaca

Zankore Kantongi Pinjaman US$3,1 Miliar untuk Infrastruktur AI Indonesia

Zankore menandatangani fasilitas pinjaman senior hingga US$3,1 miliar untuk infrastruktur GPU Nvidia di Indonesia, dengan target 200 MW pada paruh pertama 2027 dan ambisi kapasitas 1 gigawatt.

T
Tim Editorial CMNexusPT. Cipta Mitrausaha Nusantara
Zankore Kantongi Pinjaman US$3,1 Miliar untuk Infrastruktur AI Indonesia

Jakarta, CMNexus. Platform infrastruktur kecerdasan artifisial (AI) Zankore mengumumkan fasilitas pinjaman senior (senior term loan) hingga US$3,1 miliar pada Rabu, 9 September 2026, untuk membiayai pengadaan dan penyebaran infrastruktur GPU Nvidia di Indonesia dan Asia Tenggara. Pengumuman ini menandai salah satu pembiayaan infrastruktur AI terbesar di Asia dan memindahkan ambisi komputasi Indonesia dari tahap peluncuran platform ke tahap eksekusi fisik.

Bank global masuk, Ooredoo pegang 49 persen

Menurut kantor berita Reuters, Zankore adalah platform komputasi AI dan neocloud yang dikembangkan bersama operator telekomunikasi Indonesia Indosat Ooredoo Hutchison, Nokia, dan Nvidia. Ooredoo asal Qatar berperan sebagai pemegang saham pendiri sekaligus investor utama dengan kepemilikan 49 persen.

Laporan Technode Global menyebut Citi bertindak sebagai penasihat utang eksklusif, sementara Citi, ING, Natixis CIB, Qatar National Bank, dan United Overseas Bank (UOB) berperan sebagai senior mandated lead arrangers, underwriters, dan bookrunners. Zankore menyebut transaksi ini sebagai salah satu pembiayaan infrastruktur AI terbesar di Asia dan transaksi sindikasi pertama dengan skala tersebut di pasar Asia-Pasifik — deskripsi itu berasal dari pengumuman perusahaan, bukan penilaian pihak ketiga.

Dari 100 megawatt menuju 1 gigawatt

Reuters melaporkan Zankore tengah membangun 100 megawatt (MW) infrastruktur AI Nvidia tahap awal untuk melayani entitas native AI di Indonesia dan Asia Tenggara. Saat diluncurkan pada 6 Agustus 2026 di Jakarta, platform ini menargetkan kapasitas NVIDIA DSX AI Factory hingga 1 gigawatt (GW), dengan sekitar 200 MW kapasitas awal yang ditargetkan beroperasi pada paruh pertama 2027.

Fase awal itu akan menggunakan Nvidia GB300 NVL72 dan mengintegrasikan NVIDIA DSX MaxLPS yang mengoptimalkan daya secara dinamis di seluruh armada GPU. Menurut keterangan perusahaan, teknologi tersebut dirancang memungkinkan hingga 40 persen komputasi lebih besar dalam anggaran daya yang sama. Ooredoo Group dilaporkan telah menggelontorkan sekitar US$800 juta untuk ventura ini, dengan Ulf Ewaldsson sebagai Chief Executive Officer.

Sasaran pelanggannya mencakup hyperscaler, korporasi, pemerintah, hingga pengembang AI. Menurut Technode Global, cluster tersebut dirancang untuk beban kerja produksi berskala besar, termasuk pelatihan (training), penyempurnaan (fine-tuning), inferensi, dan aplikasi AI agentic.

Konsumsi daya mendorong perubahan pusat data

Ambisi 1 GW itu masuk ke pasar yang sedang berubah cepat. Ketua Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO), Hendra Suryakusuma, memperkirakan total kapasitas pusat data nasional yang berada di kisaran 630 MW per Mei 2026 berpotensi tumbuh hingga 11 GW pada 2030.

Menurut IDPRO, membangun 1 MW kapasitas pusat data kini membutuhkan investasi sekitar US$10 juta, sehingga fasilitas 100 MW dapat menelan dana sekitar US$1 miliar atau setara Rp18 triliun. Kepadatan daya per rak juga melesat: rata-rata anggota IDPRO sekitar 8 kilowatt (kW) per rak pada 2016, menjadi sekitar 16 kW pada 2019, dan 32 kW pada 2023. Kini beberapa anggota mengoperasikan server AI dengan kepadatan hingga 132 kW per rak, dengan proyeksi kebutuhan hingga 620 kW per rak dan berpotensi 1,2 MW per rak.

Konsekuensinya, sistem pendingin cair (liquid cooling) dinilai menjadi keharusan karena pendingin udara tidak lagi efisien untuk beban kerja AI berdensitas tinggi. Pengembangan pusat data juga masih terkonsentrasi di Jawa dan Batam karena ketersediaan energi, konektivitas, dan talenta dinilai lebih siap.

Panas bumi ditawarkan sebagai tulang punggung listrik

Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE), Ahmad Yani, menyatakan dalam rilis tertulis pada Jumat, 4 September 2026 bahwa pusat data dan AI factory menuntut pasokan listrik yang andal dan terus-menerus, idealnya 24 jam sehari tujuh hari seminggu, sekaligus berasal dari sumber energi bersih.

"Pusat data membutuhkan listrik yang andal sekaligus hijau secara bersamaan," kata Ahmad Yani. Menurutnya, panas bumi adalah sumber energi domestik dan bersih yang dapat beroperasi sebagai pembangkit beban dasar sepanjang waktu sehingga cocok menjadi tulang punggung pusat data hijau di Indonesia.

PGE menyebut Indonesia memiliki 185 fasilitas pusat data yang diproyeksikan bertambah hingga 2029/2030, dan tengah mengkaji pengembangan pusat data hijau berbasis panas bumi di kawasan Kamojang, Jawa Barat, sebagai proyek percontohan. PGE mengelola 15 wilayah kerja panas bumi dengan total kapasitas terpasang 1.932 MW, atau sekitar 70 persen dari total kapasitas panas bumi nasional.

Yang perlu diawasi

Technode Global mencatat seberapa cepat kapasitas yang direncanakan terserap akan bergantung pada permintaan korporasi, adopsi AI regional, dan ekonomi pengoperasian infrastruktur GPU yang haus daya. Crypto Briefing menyoroti dua faktor eksekusi: kapasitas jaringan listrik di pasar sasaran dan ketersediaan chip Nvidia terbaru di tengah dinamika kontrol ekspor Amerika Serikat — Indonesia saat ini tidak dikenai pembatasan GPU seperti yang berlaku bagi China.

Analisis AI in Asia menilai platform sebesar 1 GW tidak dapat dipenuhi permintaan domestik Indonesia pada dekade 2020-an sehingga model bisnisnya mengasumsikan ekspor layanan komputasi ke negara tetangga, dan koneksi jaringan listrik untuk 200 MW butuh waktu bertahun-tahun di Indonesia. Menurut IDPRO, Indonesia masih berpeluang menjadi hub pusat data Asia Tenggara asalkan energi andal, konektivitas, keamanan digital, dan sumber daya manusia terampil dapat diintegrasikan.

Bagi pelaku usaha, rangkaian pengumuman ini menegaskan bahwa infrastruktur AI kini menjadi isu energi dan pembiayaan, bukan semata soal perangkat lunak. Ikuti perkembangan berita teknologi dan UMKM lainnya di cmnexus.com/news.

---

Sumber

  1. Reuters via SRN News — "Ooredoo-backed Zankore secures $3.1 billion financing for Nvidia AI cloud platform" (9 Sep 2026): https://srnnews.com/ooredoo-backed-zankore-secures-3-1-billion-financing-for-nvidia-ai-cloud-platform
  2. Technode Global — "Zankore secures up to $3.1B financing for Southeast Asia AI infrastructure buildout" (9 Sep 2026): https://technode.global/2026/09/09/zankore-3-1b-ai-infrastructure-financing-indonesia/
  3. Crypto Briefing — "Zankore signs $3.1B loan deal to buy NVIDIA chips for Southeast Asia's largest AI infrastructure push" (9 Sep 2026): https://cryptobriefing.com/zankore-3b-loan-nvidia-chips
  4. Zankore — Siaran pers peluncuran platform (6 Agu 2026): https://zankore.com/press-release-eng
  5. Nokia Newsroom — pengumuman peluncuran Zankore by Indosat (6 Agu 2026): https://www.nokia.com/newsroom/indosat-ooredoo-group-nokia-and-nvidia-launch-zankore-by-indosat-ready-to-serve-the-region-with-full-stack-ai-infra-platform/
  6. Fierce Network — "Indosat launches 1 GW AI infra play with $800M Ooredoo backing" (6 Agu 2026): https://www.fierce-network.com/cloud/indosat-launches-1-gw-ai-infra-play-800m-ooredoo-backing
  7. Intimedia — "Indonesia's Data Center Capacity Poised to Hit 11 GW by 2030: IDPRO" (IDPRO, pernyataan 3 Sep 2026): https://intimedia.id/read/indonesias-data-center-capacity-poised-to-hit-11-gw-by-2030-idpro
  8. Intimedia — "AI Drives a Shift in Indonesia's Data Center Infrastructure Needs" (forum 2 Sep 2026): https://intimedia.id/read/ai-drives-a-shift-in-indonesias-data-center-infrastructure-needs
  9. Rancakmedia — "AI Makin Rakus Listrik, PGE Siapkan Panas Bumi Untuk Green Data Center" (rilis PGE 4 Sep 2026): https://rancakmedia.com/finance/98873/ai-makin-rakus-listrik-pge-siapkan-panas-bumi-untuk-green-data-center
  10. Tech in Asia — "Indonesia AI infrastructure firm Zankore secures $3.1b loan" (9 Sep 2026): https://techinasia.com/news/indonesiafocused-zankore-secures-31b-ai-infrastructure-loan
  11. AI in Asia — "Indonesia's Next Gigawatt of AI Compute Arrives With Qatar Money" (10 Agu 2026): https://aiinasia.com/asean/zankore-indosat-ooredoo-nvidia-nokia-indonesia-1gw-ai-2026
1 suka
BagikanfXin
SOLUSI DIGITAL TERPADU

Siap Menerapkan Solusi Teknologi untuk Bisnis Anda?

Konsultasikan sistem POS, AI Automation, atau ERP kustom dengan tim spesialis PT. Cipta Mitrausaha Nusantara.